“Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” Dan mereka berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.” {As. Al Ahzab : 66-68}
Kamis, 20 Desember 2012
Jawaban Tuntas Pertanyaan Berulang Seputar Khilafah dan Hizbut Tahrir
Jawaban Tuntas Pertanyaan Berulang Seputar Khilafah dan Hizbut Tahrir
1. Benarkah tidak ada dalil tentang kewajiban Khilafah ?
Kewajiban adanya Khilafah telah disepakati oleh seluruh ulama dari seluruh mazhab. Tidak ada khilafiyah (perbedaan pendapat) dalam masalah ini, kecuali dari segelintir ulama yang tidak teranggap perkataannya (laa yu’taddu bihi). (Lihat Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyyah, Bab Al Imamah Al Kubro, Juz 6 hlm. 163).
Disebutkan dalam kitab Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyyah Juz 6 hlm. 164 :
أجمعت الأمّة على وجوب عقد الإمامة ، وعلى أنّ الأمّة يجب عليها الانقياد لإمامٍ عادلٍ ، يقيم فيهم أحكام اللّه ، ويسوسهم بأحكام الشّريعة الّتي أتى بها رسول اللّه صلى الله عليه وسلم ولم يخرج عن هذا الإجماع من يعتدّ بخلافه
“Umat Islam telah sepakat mengenai wajibnya akad Imamah [Khilafah], juga telah sepakat bahwa umat wajib mentaati seorang Imam [Khalifah] yang adil yang menegakkan hukum-hukum Allah di tengah mereka, yang mengatur urusan mereka dengan hukum-hukum Syariah Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Tidak ada yang keluar dari kesepakatan ini, orang yang teranggap perkataannya saat berbeda pendapat.”
Syaikh Abdul Qadim Zallum (Amir kedua Hizbut Tahrir) menyebutkan, ”Mengangkat seorang khalifah adalah wajib atas kaum muslimin seluruhnya di segala penjuru dunia. Melaksanakan kewajiban ini – sebagaimana kewajiban manapun yang difardhukan Allah atas kaum muslimin- adalah perkara yang pasti, tak ada pilihan di dalamnya dan tak ada toleransi dalam urusannya. Kelalaian dalam melaksanakannya termasuk sebesar-besar maksiat, yang akan diazab oleh Allah dengan azab yang sepedih-pedihnya.” (Abdul Qadim Zallum, Nizhamul Hukm fi Al Islam, hlm. 34)
Kewajiban Khilafah ini bukan hanya pendapat Hizbut Tahrir, tapi pendapat seluruh ulama. Imam Ibnu Hazm menyebutkan bahwa, “Telah sepakat semua Ahlus Sunnah, semua Murji`ah, semua Syiah, dan semua Khawarij akan wajibnya Imamah [Khilafah]…” (Ibnu Hazm, Al-Fashlu fi Al Milal wal Ahwa` wan Nihal, Juz 4 hlm.78)
Karena Hizbut Tahrir melawan penguasa, maka Hizbut Tahrir adalah termasuk kelompok khawarij. Demikian orang 'salafy' bilang.
Karena Hizbut Tahrir melawan penguasa, maka Hizbut Tahrir adalah termasuk kelompok khawarij. Demikian orang 'salafy' bilang.
Komentar:
Tuduhan seperti ini karena cara berfikir yang simplikatif, dan generalistik. Harus diakui, kesimpulan seperti ini tidak bisa dilepaskan dari kongklusi mantik, meski konon dia tidak mengakui logika mantik (nalar filsafat). Seharusnya, orang menjadikan metode berpikir rasional sebagai cara untuk menghukumi, bukan dengan cara logika. Cara logika, adalah cara kaum filsafat untuk menghukumi sesuatu. Sedangkan metode berpikir rasional, adalah metode berpikir sebagaimana terdapat dalam QS. Al Baqarah: 30-33. Bagaimana mungkin Adam akan mampu menyebutkan berbagai macam benda-benda, jika dia tidak memiliki maklumat sebelumnya? Sedangkan malaikat, tidak bisa, sebab dia tidak memiliki maklumat sabiqah tentang benda-benda di bumi. Maka, modal berpikir rasional adalah: indera dan akal yang sehat, fakta yang akan dihukumi, dan informasi awal.
Komentar:
Tuduhan seperti ini karena cara berfikir yang simplikatif, dan generalistik. Harus diakui, kesimpulan seperti ini tidak bisa dilepaskan dari kongklusi mantik, meski konon dia tidak mengakui logika mantik (nalar filsafat). Seharusnya, orang menjadikan metode berpikir rasional sebagai cara untuk menghukumi, bukan dengan cara logika. Cara logika, adalah cara kaum filsafat untuk menghukumi sesuatu. Sedangkan metode berpikir rasional, adalah metode berpikir sebagaimana terdapat dalam QS. Al Baqarah: 30-33. Bagaimana mungkin Adam akan mampu menyebutkan berbagai macam benda-benda, jika dia tidak memiliki maklumat sebelumnya? Sedangkan malaikat, tidak bisa, sebab dia tidak memiliki maklumat sabiqah tentang benda-benda di bumi. Maka, modal berpikir rasional adalah: indera dan akal yang sehat, fakta yang akan dihukumi, dan informasi awal.
Islamnya Seorang Penganut Syiah
Sumber: Majalah Islam Internasional Qiblati, Ramadhan 1433 H, Agustus 2012 M, Edisi 10 th. VII, hal 84-89.
Putra
sulung Abdushshamad Busyahri, Hamid Busyahri Abu Utsman menuturkan
kepada saya salah satu kisah terunik dan paling mengesankan bagi saya.
Dia berkata,
Lima
puluh tahun yang lalu, ayah saya, H. Abdushshamad Busyahri adalah
seorang penganut Syiah yang sangat rajin mengunjungi majlis-majlis
syirik yang dengan penuh kepalsuan dan kepura-puraan yang mereka beri
nama al-Husainiyyah. Sebuah penisbatan kepada al-Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma,
padahal beliau sendiri tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan
majelis ini maupun orang-orang yang menghadirinya sampai hari kiamat
kelak. Ayah adalah seorang laki-laki yang multazim (taat, konsisten) dan
dermawan. Orang-orang fakir saban hari mendatangi kantornya. Meskipun
tidak bisa baca-tulis, beliau memiliki perhatian besar terhadap
majelis-majelis zikir dan kajian-kajian yang disampaikan oleh para ulama
Syiah yang datang dari Najef dan Qumm.
Sebagaimana
penganut syiah lainnya, sejak kecil ayah telah melahap dongeng dan
kedustaan para sayid Rafidhah (setiap orang yang mengklaim dirinya
bernasab kepada keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam disebut
sayyid, dan mayoritas orang yang mereka klaim sebagai sayyid, tidak
benar penasaban mereka kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) bahwa
para khalifah kaum muslimin adalah musuh ahlulbait, musuh Rasulullah dan
musuh Islam. Musuh terbesar Rasulullah dan keluarga beliau yang suci
ialah Abu Bakar as-Shiddiq dan Umar bin al-Khattab –mudah-mudhan Allah
meridhai mereka dan menjadikan mereka ridha- demikian juga dengan kedua
putri mereka yang suci, istri-istri Nabi, serta ibunda kaum mukminin,
meskipun orang-orang zindik tersebut tiada menyukai kenyataan ini.
Selasa, 18 Desember 2012
Nazhar, Bukan Sekedar Ta’aruf !!
Engkaulah itu minyak atar
Meskipun masih tersimpan
Dalam kuntum yang akan mekar
-Iqbal, Javid Namah-
“Seandainya kami bisa membelikan janggut untuk
Qais dengan harta kami”, kata orang-orang Anshar, “Niscaya akan kami lakukan.”
Semua sifat dan jiwa kepemimpinan memang ada pada pemuda ini. Nasabnya juga
terkemuka lagi mulia. Kecuali, ya itu tadi. Janggut. Salah satu simbol
kejantanan dalam kaumnya yang sayangnya tak dimilikinya. Wajahnya licin dan
bersih.
Namanya Qais ibn Sa’d ibn ‘Ubadah. Ayahnya, Sa’d ibn
‘Ubadah, pemimpin suku Khazraj di Madinah. Rasulullah menyebut keluarga ini
sebagai limpahan kedermawanan. Ketika para muhajirin datang, masing-masing
orang Anshar membawa satu atau dua orang yang telah dipersaudarakan dengan
mereka ke rumahnya untuk ditanggung kehidupannya. Kecuali Sa’d ibn ‘Ubadah. Dia
membawa 80 orang muhajirin ke rumahnya!
Saat masuk Islam, Sa’d ibn ‘Ubadah menyerahkan sang
putera kepada Rasulullah. “Inilah khadam anda wahai Nabi Allah”, ujar Sa’d.
Tapi menurut Anas ibn Malik, Qais lebih pas disebut ajudan Sang Nabi.
Dan air
cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Dalam pergaulannya di kalangan
pemuda, Qais sangat royal seperti bapaknya di kalangan tua-tua. Tak terhitung
lagi sedekah dan dermanya. Tak pernah ditagihnya piutang-piutangnya. Tak pernah
diambilnya jika orang mengembalikan pinjaman padanya.
Senin, 17 Desember 2012
Bagaimana hadapi orang-orang Liberal??
By Ustadz Felix Y. Siauw @felixsiauw
01. bagaimana hadapi orang-orang liberal | yang abai dalam agama dan dalam berdebat bebal? | kita share dengan cara beda ya.
02. pernah nonton film MEGAMIND? | kisah seru MetroMan dan tokoh antagonis MegaMind? | banyak hal bisa diambil ibrah, yang paling menarik.
03. dikisahkan bahwa MegaMind yang dari awal sudah dianggap jahat (antagonis) | selalu berusaha mengalahkan MetroMan yang dianggap baik.
01. bagaimana hadapi orang-orang liberal | yang abai dalam agama dan dalam berdebat bebal? | kita share dengan cara beda ya.
02. pernah nonton film MEGAMIND? | kisah seru MetroMan dan tokoh antagonis MegaMind? | banyak hal bisa diambil ibrah, yang paling menarik.
03. dikisahkan bahwa MegaMind yang dari awal sudah dianggap jahat (antagonis) | selalu berusaha mengalahkan MetroMan yang dianggap baik.
04. segala cara
dikerahkan MegaMind untuk kalahkan pamor MetroMan | tiada satupun cara
berhasil | coba-gagal-coba lagi-gagal lagi.
05. tidak berhenti MegaMind putar otak, kerahkan urat syaraf | inovasi, kreativitas, dan tipudaya dilancarkan tanpa henti.
06. mulai dari merampok bank, menodong nenek-nenek, mengacaukan kota | tetap saja MetroMan selalu menang | dan MegaMind mendekam di penjara.
07. tapi MegaMind tidak putus asa, pantang baginya menyerah | MegaMind selalu bayangkan harus mengalahkan MetroMan | harus!
08. sampai satu hari, tipudaya MegaMind berhasil kalahkan MetroMan | melenyapkannya! | MegaMind tak percaya! BANGGA!
09. rasa haru campur bahagia dia rasakan, seluruh kota menjadi miliknya! | tak ada yang mampu menghentikannya kini! | bebas berbuat apapun!
05. tidak berhenti MegaMind putar otak, kerahkan urat syaraf | inovasi, kreativitas, dan tipudaya dilancarkan tanpa henti.
06. mulai dari merampok bank, menodong nenek-nenek, mengacaukan kota | tetap saja MetroMan selalu menang | dan MegaMind mendekam di penjara.
07. tapi MegaMind tidak putus asa, pantang baginya menyerah | MegaMind selalu bayangkan harus mengalahkan MetroMan | harus!
08. sampai satu hari, tipudaya MegaMind berhasil kalahkan MetroMan | melenyapkannya! | MegaMind tak percaya! BANGGA!
09. rasa haru campur bahagia dia rasakan, seluruh kota menjadi miliknya! | tak ada yang mampu menghentikannya kini! | bebas berbuat apapun!
Minggu, 16 Desember 2012
Say No To Ta’aruf (Katakan Tidak Untuk Ta’aruf)
Say No To Ta’aruf
Oleh : Al-Faqir Saif Muhammad Al-Amrin
Pendahuluan
Segala Puji Bagi Allah, yang dengan Taufiq dan Inayah-Nya telah memberikan kita kesempatan untuk berIman dan berIslam. Selawat dan Salam semoga senantiasa terlimpah curah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, yang telah menyampaikan risalah agung ini hingga kepada kita.
Apa yang ada dihadapan saudaraku ini adalah Maqalah tentang Ta’aruf, dimana makalah ini menjadi Nasakh (menghapus/membatalkan) terhadap maqalah atau pendapat saya sebelumnya tentang Ta’aruf. Sekaligus maqalah ini adalah bentuk pertobatan saya, karena telah keliru dalam memahami konsep Ta’aruf.
Ta’aruf Sebuah Dilema
Pertumbuhan Ekonomi yang Keropos
LEMBAGA-LEMBAGA internasional memprediksi ekonomi Indonesia bakal mentereng di tahun-tahun mendatang. World Bank, International Monetary Fund, dan majalah The Economist, misalnya, memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di atas 6%. McKinsey Global Institute bahkan meramal Indonesia menjadi kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia.
Selain lembaga-lembaga itu, tentu pemerintah Indonesia juga optimistis, bahkan terlalu optimistis dengan masa depan ekonomi kita.
Pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,8% per tahun. Di tengah krisis ekonomi Eropa dan Amerika, ketika lembaga-lembaga lain merevisi dan menurunkan prediksi angka pertumbuhan ekonomi, pemerintah tetap mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8%. Di balik optimisme itu, banyak kalangan di dalam negeri mewanti-wanti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berdiri di atas fondasi yang keropos dan karena itu, rapuh menghadapi badai krisis ekonomi. Lembaga kajian ekonomi Indef mencatat sejumlah indikator rapuhnya bangunan ekonomi Indonesia.
Pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,8% per tahun. Di tengah krisis ekonomi Eropa dan Amerika, ketika lembaga-lembaga lain merevisi dan menurunkan prediksi angka pertumbuhan ekonomi, pemerintah tetap mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8%. Di balik optimisme itu, banyak kalangan di dalam negeri mewanti-wanti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berdiri di atas fondasi yang keropos dan karena itu, rapuh menghadapi badai krisis ekonomi. Lembaga kajian ekonomi Indef mencatat sejumlah indikator rapuhnya bangunan ekonomi Indonesia.
Langganan:
Komentar (Atom)

